Solusi Saat Elpiji Langka Bisa Nyala 12 Jam,Kompor Oli Bekas dari Blitar

Blitar,Mediarepublikjatim.com-Bunyi desis tabung melon kosong dan antrean panjang elpiji kini jadi keluhan banyak warga. Di Kabupaten Blitar, kondisi ini justru melahirkan solusi unik: kompor berbahan bakar oli bekas dan minyak jelantah yang bisa menyala hingga 12 jam.

Inovasi tersebut datang dari Andi, warga Dusun Dawung, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, yang berhasil menciptakan kompor alternatif sebagai jawaban atas kelangkaan elpiji di pasaran.“Awalnya ya dari keresahan sendiri, susah cari gas. Lalu saya coba utak-atik memanfaatkan limbah yang ada di sekitar kita, seperti oli bekas dan jelantah,” ujar Andi.

Kompor buatan Andi terlihat sederhana, menggunakan rangka besi dengan tungku pembakaran dan wadah penampung bahan bakar berupa oli bekas. Namun saat digunakan, kompor ini mampu menghasilkan nyala api biru yang stabil, setara dengan kompor gas elpiji.

Menariknya,pembakaran tidak menimbulkan asap hitam pekat maupun bau menyengat seperti yang umum terjadi pada pembakaran oli."Dalam sekali pengisian, kompor ini mampu menyala hingga setengah hari atau sekitar 12 jam. Durasi tersebut dinilai sangat efisien untuk kebutuhan memasak rumah tangga sehari-hari.

Kabar tentang kompor inovatif ini pun cepat menyebar. Tidak hanya diminati warga sekitar, pesanan bahkan datang dari luar daerah hingga lintas pulau.“Ada beberapa yang pesan justru dari luar pulau, terjauh dari Kalimantan Timur. Jadi saya kirim langsung ke sana,” imbuhnya.

Untuk satu unit kompor, Andi mematok harga sekitar Rp450 ribu. Banyak pembeli menilai harga tersebut sebanding dengan penghematan jangka panjang, terutama di tengah fluktuasi harga dan kelangkaan elpiji.

Selain menjadi solusi ekonomi, inovasi ini juga membawa dampak lingkungan positif. Pemanfaatan oli bekas dan minyak jelantah membantu mengurangi pencemaran akibat limbah yang selama ini sering dibuang sembarangan.

Andi berharap temuannya dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi, sekaligus memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna.(ags)