SIDOARJO,Mediarepublikjatim.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mempercepat upaya normalisasi sungai selama musim kemarau 2025.
Salah satu fokus utama adalah Sungai Porong Kanal di Desa Tanjekwagir, Kecamatan Krembung, yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan tumpukan sampah.
Dua unit ekskavator telah diturunkan untuk mengeruk endapan lumpur dan sampah yang menumpuk. Langkah ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Sidoarjo H. Subandi yang menegaskan pentingnya normalisasi sungai demi mengantisipasi banjir saat musim penghujan.
“Normalisasi sungai besar (Porong Kanal) ini bukan kewenangan pemda, namun kalau terjadi banjir yang dirugikan adalah masyarakat Sidoarjo. Karena itu, kami berinisiatif melakukan normalisasi karena melihat kondisi sungai ini sudah sangat parah akibat sedimentasi,” ujar Bupati Subandi, Rabu (6/8/2025).
Ia menyebutkan bahwa sebanyak sembilan alat berat telah dikerahkan untuk mendukung proses normalisasi. Pengerjaan ini ditargetkan rampung sebelum musim hujan agar seluruh aliran sungai dapat berfungsi secara optimal, baik untuk menampung debit air hujan maupun untuk irigasi pertanian.
“Kita ingin saat musim penghujan nanti, kondisi sungai mampu menampung air dengan maksimal. Kalau sungai dangkal seperti ini, persoalan banjir tidak akan terselesaikan,” tegasnya.
Selain Kecamatan Krembung, normalisasi sungai juga dilaksanakan di Kecamatan Waru, Taman, dan Krian. Pemkab Sidoarjo akan terus memantau dan mengontrol pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa progres normalisasi Sungai Porong Kanal telah mencapai 4,5 km dari total target 5 km. Setelah sisa 500 meter selesai, alat berat akan dipindahkan ke wilayah atas Krembung.
“Setelah 500 meter ini tuntas, kami lanjutkan ke arah atas, yakni di sekitar Pabrik Gula Krembung,” ujarnya.
“Alhamdulillah, proses normalisasi ini berjalan lancar dan bermanfaat untuk banyak pihak,” tambahnya.
Dwi juga menyebutkan bahwa satu unit alat berat sedang bekerja di Anak Avoer Porong sepanjang 2 km. Saat ini, pengerjaan sudah mencapai 1 km. Anak sungai tersebut sering menimbulkan genangan karena tersumbat sedimentasi.
Untuk antisipasi penumpukan sampah, Dinas PU menyiagakan tiga ekskavator di titik rawan, serta satu unit mobile yang siap bergerak sewaktu-waktu.
“Ada tiga yang standby, masing-masing di Dungus, Tulangan, dan tengah sawah. Satu alat mobile juga disiapkan. Totalnya ada 14 alat berat yang dikerahkan,” pungkasnya.(is/limbad)



