Perempuan Asal Ngawi yang Hanyut di Bengawan Solo Jenazahnya Disambut Histeris

Ngawi,Mediarepublikjatim.com-Keluarga Nurul Setyaningrum (30) histeris saat jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Pengkol, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Setelah dilakukan pencarian hampir 2×24 jam, jenazah Nurul ditemukan di Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro. Pun, jarak temuan jenazah dari lokasi awal hanyut diperkirakan mencapai 100 meter.

Kepala Desa Pengkol Fuad Ari Sulistyo mengatakan pihaknya bersama pihak keluarga Nurul Setyaningrum langsung bertolak ke Bojonegoro untuk.melihat temuan jenazah wanita di Bengawan Solo masuk kawasan Desa Luwihaji pada Minggu (2/4/2023).

Fuad mengatakan dari ciri fisik jenazah bisa dipastikan kalau itu adalah warganya bernama Nurul Setyaningrum yang diduga hanyut usai mencari rumput untuk seekor kelinci peliharaan. Pun, jenazah Nurul dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk divisum.

Setelah divisum sudah benar dipastikan kalau jenazah adalah warga kami bernama Nurul yang diduga hanyut usai mencari pakan ternak pada Jumat (31/3/2023). Setelah jenazah dipulasara kemudian dibawa ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan,” kata Fuad.

Pun, Tami (59), ibunda Nurul tak kuasa menahan tangisnya. Begitu pula dengan adik Nurul yang mengetahui kakaknya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Usai jenazah disholatkan langsung dimakamkan ke TPU desa setempat.

Sebelumnya diberitakan, Tami (59) warga Desa Pengkol Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi nyaris pingsan pada Sabtu (1/4/2023). Janda 3 anak itu resah karena putri keduanya bernama Nurul Setyaningrum (30) tak kunjung pulang sejak Jumat (31/3/2023) sore. Diduga Nurul terseret arus Sungai Plelek yang mengalir ke arah Bengawan Solo di desa setempat.

Terakhir, Nurul pamit hendak mencari rumput untuk seekor kelinci yang dipeliharanya. Nurul menuju ke area sawah yang menyeberang sungai Plelek. Namun, hingga menjelang berbuka puasa, Nurul tak kunjung kembali ke rumah. Pada saat usai tarawih, pihak keluarga dibantu warga lain sempat menyisir ke lokasi tempat terakhir Nurul terlihat.

Diketahui, arus Sungai Plelek masih deras hingga Sabtu pagi. Tami hanya bisa memanjatkan doa dari pinggir sungai. Dia mengharap agar putrinya segera ditemukan. Saat ini warga dibantu TNI, Polri, dan relawan melakukan pencarian dengan menyisir sungai dengan perahu karet hingga pukul 16.00 WIB.

“Sore itu Mbak Nurul ini menuruni sungai ini katanya mau cari pakan ternak kelinci. Saat itu pakai baju biru ke hijau hijauan, celana pendek, bawa karung menyeberangi sungai. Saat itu belum banjir baru setelah itu banjir datang,” kata Rega Sulis Setyawan, warga setempat. (Wy)